Laman

Minggu, 14 Juni 2015

Contoh pertanyaan yang sering terjadi dalam wawancara



  Interview atau wawancara kerja merupakan salah satu proses seleksi rekrutmen yang biasanya dilakukan oleh perusahaan. Wawancara kerja adalah suatu masa-masa yang kritis dan sangat menentukan apakah anda layak untuk dipekerjakan di suatu perusahaan atau tidak, sebab setelah anda lolos dari test dan seleksi, inilah sebuah proses dimana anda bertemu langsung dengan user ataupun personalia (HRD) yang akan mempekerjakan anda. Kegagalan kerapkali terjadi pada tahap ini karena beberapa faktor yang mungkin saja terjadi, dari mulai bahasa tubuh yang dinilai kurang sempurna, situasi yang kurang kondusif, gugup, salah memberikan jawaban dan lain sebagainya. Anda tentu tak mau itu semua terjadi bukan?.

Sebelumnya admin blog ini pernah membahas seputar tips sukses wawancara kerja yang lebih menekankan pada bahasa tubuh (body language) dan sikap saat menghadapi wawancara. Guna menyambung pembahasan tersebut, maka tidak ada salahnya jika kali ini admin ingin berbagi tips kembali dalam sebuah artikel sederhana mengenai contoh pertanyaan wawancara kerja beserta jawabannya.

Selain sering ditanyakan, pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh HRD pun kerap menjebak, sehingga saat anda kurang cermat dalam menangkap maksud dari pertanyaan tersebut dan memberikan argumentasi yang tidak tepat, maka sesungguhnya anda telah terperangkap dalam pertanyaan jebakan. Pertanyaan-pertanyaan jebakan tersebut misalnya seperti "Apa kelemahan utama Anda?" atau "Mengapa anda memutuskan untuk berhenti dari perusahaan terdahulu?". Lalu jawaban apa yang paling tepat untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut?. Selengkapnya akan diulas oleh admin dalam contoh pertanyaan saat wawancara kerja:



Pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara kerja yang ke-1:
- Dapatkah anda ceritakan tentang diri anda.
Inilah pertanyaan awal yang biasanya ditanyakan oleh HRD setelah anda memperkenalkan diri anda. Jawaban yang paling tepat adalah menjawabnya dengan singkat perihal kelebihan-kelebihan yang anda miliki. Anda juga bisa menambahkannya dengan kualifikasi atau keterampilan yang anda miliki yang bisa anda kontribusikan terhadap kemajuan perusahaan. Jangan memberikan jawaban yang terlalu biasa dan umum. Satu hal yang mesti dihindari adalah memberikan penjelasan yang panjang lebar dan bertele-tele sehingga muncul kesan yang menjemukan. HRD sesungguhnya tidak memperdulikan cerita detail mengenai diri anda atau darimana anda berasal, akan tetapi apa yang bisa anda lakukan jika seandainya anda diterima bekerja.

Pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara kerja yang ke-2:
- Apa yang membuat anda tertarik untuk bergabung di perusahaan kami?.
Sesungguhnya pewawancara ingin mengetahui sejauh mana minat yang anda miliki terhadap perusahaan tersebut dan seberapa banyak informasi yang anda miliki. Oleh karenanya persiapkan diri anda dari pertanyaan ini dengan mencari sebanyak mungkin informasi profil perusahaan yang dilamar. Dengan informasi yang cukup, maka pertanyaan ini bisa memberikan kesempatan bagi anda untuk memperlihatkan inisiatif dan antusias anda terhadap perusahaan tersebut. Jawaban yang anda keluarkan juga bisa digunakan oleh HRD sebagai barometer atau satuan alat ukur dalam menilai apakah kualifikasi serta pengalaman yang anda miliki sesuai dengan posisi yang ditawarkan.

Pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara kerja yang ke-3:
- Sejauh pengetahuan anda, apa saja kelemahan serta kekurangan yang anda miliki?.
Pertanyaan ini mengindikasikan kedalaman dari sifat dan karakter seseorang. Jangan berkata, "Saya tidak memiliki kelemahan" karena sesungguhnya tidak ada manusia yang sempurna dan tidak memiliki kelemahan ataupun kekurangan. Lebih baik anda berkata jujur perihal kelemahan anda dan berikan penjelasan perihal kiat-kiat apa saja yang anda lakukan untuk mengatasinya. Jawaban ini memperlihatkan bahwa anda adalah seorang yang rendah hati dan individu yang jujur serta mampu mengenali kelemahan diri sendiri, terlebih lagi mampu untuk memperbaikinya. Gunakan kelemahan yang anda miliki dan rubahlah menjadi kekuatan anda.

Pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara kerja yang ke-4:
- Mengapa anda memutuskan untuk berhenti bekerja dari perusahaan sebelumnya?.
Nah, ini adalah salah satu pertanyaan menjebak saat wawancara kerja. Jangan sampai salah dalam memberikan jawaban karena akan fatal akibatnya. Jangan pernah memberikan jawaban yang mengandung unsur negatif dan keluhan, misalnya karena gaji kecil, tidak cocok dengan atasan atau bermasalah dengan rekan kerja. Buang jauh-jauh jawaban-jawaban yang bisa menimbulkan kesan negatif terhadap diri anda. Lebih baik anda mengatakan bahwa anda ingin mencari kesempatan kerja dan peluang yang lebih baik serta ingin melakukan sesuatu yang istimewa dalam karir anda seumpama diterima di perusahaan tersebut.

Pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara kerja yang ke-5:
- Jika seandainya anda diterima dan terjadi masalah dalam pekerjaan, apa yang akan anda lakukan?.
Gunakan kreatifitas anda dalam menjawab pertanyaan ini. Permasalahan dalam pekerjaan pasti terjadi, namun seberapa besar kontribusi serta rasa tanggung jawab anda dalam menyelesaikan masalah tersebut itulah poin yang paling penting yang menjadi penilaian. Kembangkan cara berpikir kreatif anda untuk mengambil solusi atau langkah-langkah penting yang akan anda lakukan jika seandainya terjadi permasalahan meskipun dalam kondisi waktu yang tenggat. Gambarkan dengan detail dan jelas serta langkah-langkah yang ambil guna mengatasi masalah yang terjadi.

Pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara kerja yang ke-6:
- Prestasi apa saja yang pernah anda raih dan banggakan dalam hidup anda?.
Ini juga menjadi salah satu pertanyaan jebakan, maka berhati-hatilah dalam menjawabnya. Berikanlah jawaban yang berelasi dan ada hubungannya dengan pekerjaan. Jangan sekali-kali memberikan jawaban yang tidak relevan seperti misalnya anda pernah menjuarai kejuaraan bulu tangkis atau semacamnya. Pikirkan kualifikasi yang memang dibutuhkan oleh perusahaan dan berusaha mengembangkannya, sebagai contoh misalnya anda mengatakan bahwa anda pernah mendapatkan penghargaan sebagai salah satu Employee of the Month dimana anda tak pernah datang terlambat dalam sebulan. Tentu jawaban tersebut lebih bagus bukan?.

Pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara kerja yang ke-7:
- Beritahu alasannya mengapa kami harus mempekerjakan anda.
Pertanyaan ini adalah ajang anda untuk bisa "menjual diri" anda. Uraikan secara singkat dan jelas perihal kelebihan-kelebihan yang anda miliki serta kontribusi yang dapat anda lakukan jika diterima. Anda perlu berhati-hati saat menjawab pertanyaan ini. Hindarkan jawaban yang sudah biasa dan terkesan umum dan berikan jawaban yang membuat anda bisa terlihat begitu berbeda dan unik dibandingkan dengan kandidat yang lain. 

Pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara kerja yang ke-8:
- Jika anda diterima, berapa gaji yang anda inginkan?.
Banyak pelamar yang ragu untuk memberikan harga atau "membanderol" dirinya saat saat diberikan pertanyaan ini. Hal yang sebaiknya anda lakukan adalah mencari informasi terlebih dahulu perihal standar gaji untuk posisi yang ditawarkan atau mengkalkulasi terlebih dahulu biaya operasional yang nantinya anda gunakan jika diterima. Jika anda memang merasa memiliki kelebihan, maka jangan ragu untuk mengatakan kisarannya. Hal ini menandakan bahwa anda menganggap diri anda memang memiliki skill "bargaining power" (kemampuan melakukan penawaran) serta menunjukan bahwa diri anda memiliki kemampuan dan kredibilitas yang lebih dibandingkan dengan orang kebanyakan. Pertanyaan ini juga cukup krusial, jadi jangan ragu untuk bertanya perihal tunjangan apa saja yang nantinya anda dapatkan.

Pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara kerja yang ke-9:
- Apakah anda memiliki pertanyaan yang ingin diajukan kepada saya?.
Jangan lupa untuk selalu menyiapkan pertanyaan kepada HRD. Hal ini menunjukkan antusias anda terhadap perusahaan dan posisi yang ditawarkan. Anda bisa memberikan pertanyaan seputar deskripsi (job description) ataupun prosedur pekerjaan seperti apa yang nantinya anda jalani seandainya diterima atau anda juga bisa bertanya seputar proyek yang tengah dikerjakan oleh perusahaan tersebut.

 Demikianlah beberapa tips menjawab pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara kerja beserta jawabannya. Jangan lupa agar selalu membuat diri anda merasa rileks saat menghadapi wawancara agar anda tidak gugup dan lancar dalam menjawab seputar pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh HRD. Semoga artikel contoh pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara kerja ini menjadi tips yang ampuh dan bermanfaat bagi para pembaca. Selamat melakukan wawancara kerja dan semoga berhasil!.

Referensi :http://www.berjibaku.com/2012/09/contoh-pertanyaan-yang-sering-diajukan.html
 

Contoh CV Daftar Riwayat Hidup Yang Baik dan Profesional



Contoh CV - CV (Curriculum Vitae) atau yang biasa dikenal dengan Daftar Riwayat Hidup merupakan sesuatu yang tak bisa ditinggalkan saat melamar pekerjaan. Pembuatan CV tentu saja harus dibuat sebaik mungkin dengan benar serta tidak asal-asalan. Sehingga apabila anda menggunakanya untuk melamar pekerjaan akan mampu meyakinkan bahwa yang ada di pada daftar riwayat hidup anda memang benar adanya.

Perlu diketahui daftar riwayat hidup yang anda buat akan bermanfaat sampai nanti. Jika ada perubahan anda tinggal menambahkan saja. Bagi yang sudah pernah membuat tentunya akan semakin mudah, namun bagi yang belum pernah tentunya membutuhkan contoh CV sebagai rujukan untuk membuat dalam format yang sesuai.
Ada beberapah hal yang harus diperhatikan saat membuat Curriculum Vitae agar bisa menunjukan keprofesionalan anda.
  1. Maksimal paling banyak 3-4 lembar.
  2. Tulis pengalaman yang penting saja, pengalaman yang tidak penting sebaiknya tidak di tulis.
  3. Tidak bertele-tele dengan penulisan yang singkat dan mudah dipahami.
  4. Masukan pendidikan formal, non formal, pengalaman kerja, dan pengalaman organisasi.
  5. Buatlah sejujur mungkin yang menunjukan integritas anda, jangan memalsukan karena bisa berdampak negatf.
Contoh CV

Daftar Riwayat hidup
Daftar Pribadi
1.      Nama Lengkap            : ……………………………….
2.      Tempat, tanggal lahir : ……………………………….
3.       
Domisili                        : ..................................................
4.      Jenis Kelamin               : ..................................................
5.      Agama                          : ..................................................
6.      Status                            : .................................................. (belum menikah/menikah)
7.      Tinggi / Berat Badan    : ..................................................
8.      Telepon                         : ..................................................
9.      e-mail                            : ..................................................

RIWAYAT PENDIDIKAN

A.FORMAL
1.      (Tahun) Lulus SDN
2.      (Tahun) Lulus SLTPN
3.      (Tahun) Lulus SMKN
4.      (Tahun) Lulus Universitas
B.NON FORMAL
1.      (Tahun) Lulus Kursus Komputer Bersertifikat
2.      (Tahun) TOEFL IBT Bersertifikat
KEMAMPUAN
1.      Menguasai komputer (MS Word, Excel, Power Point).
2.      Menguasai bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin.
PENGALAMAN KERJA
1. ………
Contoh Daftar Riwayat Hidup
Demikin contoh Curriculum Vitae (CV) yang baik dengan format yang meyakinkan dan profesional. Contoh diatas bisa anda jadikan referensi untuk di tambah dan disesuaikan dengan pengalaman hidup anda. Semoga bisa bermanfaat.


Contoh CV dan Daftar Riwayat Hidup

Di bawah inilah contoh CV dan Daftar Riwayat Hidup yang pernah saya buat untuk mengajukan permohonan pada sebuah instalasi.
Bekasi, 19 Januari 2015
Hal : Lamaran Kerja
Lampiran : 5(Lima) lembar


Kepada Yth,
Staff Laboratorium Sistem Informasi
Universitas Gunadarma

Dengan hormat,
Berdasarkan informasi yang saya peroleh, Laboratorium Sistem Informasi  Universitas Gunadarma membutuhkan mahasiswa/i untuk bergabung menjadi Asisten, maka saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama                          : Deny Hermawan
NPM                           : 11112859
Kelas                          : 3 KA 32
Jurusan/Fakultas      : Sistem Informasi/Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Bersama ini saya lampirkan daftar riwayat hidup(CV), pas foto 3x4 sebanyak 2 lembar, foto copy KRS Aktif, dan DNS terakhir sebagai bahan pertimbangan.
Bila dikehendaki, saya bersedia memenuhi panggilan untuk di tes ataupun di wawancarai. Atas perhatiannya, saya mengucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Deny Hermawan
CURRICULUM VITAE

DATA PRIBADI
Nama Lengkap                        : Deny Hermawan
Tempat, Tanggal Lahir            : Bekasi, 2 Juli 1994
Alamat                                    : Bulak Perwira 2 Jl. Baitul Makmur 2 RT.007 RW.007 No. 74
                                                   Kec. Bekasi Utara Kel. Perwira Kota Bekasi
Domisili                                   : Bekasi Utara
Jenis Kelamin                          : Laki - laki
Agama                                     : Islam
Telepon                                   : +62 89602664891
E-mail                                      : Denz22.dhd1@gmail.com

RIWAYAT PENDIDIKAN
1999 – 2000 : TK AT Taqwa, Jakarta
2000 - 2006  :  SDN Rawaterate 03 , Jakarta
2006 - 2009  :  SMP Seroja Bekasi, Bekasi
2009 - 2012  :  SMK Dinamika Pembangunan 1, Jakarta – Jurusan Teknik Mesin.
2012 – Sekarang : Mahasiswa Gunadarma Jurusan S1 Sistem Informasi
KEMAMPUAN
1.      Menguasai komputer (MS Word, Excel, Power Point).
2.      Menguasai beberapa program computer (C++, Pascal, Visual Basic, Java)

Referensi :http://mocalover.blogspot.com/2014/01/contoh-cv.html

Sabtu, 10 Januari 2015

Perubahan tata bahasa Indonesia terutama pada EYD ( Ejaan Yang Disempurnakan )

Pengertian Tata Bahasa
Tata bahasa adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah yang mengatur penggunaan bahasa. Ilmu ini merupakan bagian dari bidang ilmu yang mempelajari bahasa yaitu linguistik. Tata bahasa bahasa Indonesia telah diatur dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBBI).
Dalam tata bahasa terdapat ciri-ciri umum yaitu sebagai berikut:
Pembentukan kata dilihat dari afikasi (pengimbuhan) dan reduplikasi (pengulangan).
Sarana-sarana dari tingkat leksikal mau pun di tingkat gramatikal dapat digunakan untuk menyatakan arti.
Satuan sintaksis bersifat senyawa.
Jalinan tingkat gramatikal dan leksikal yang perlu diperhatikan.
Didalam tata bahasa terdapat bahasa baku, bahasa baku itu sendiri adalah kata-kata standar yang sesuai dengan aturan kebahasaan yang berlaku, didasarkan atas kajian ilmu, termasuk kedalam ilmu bahasa dan termasuk kajian ilmu. Di zaman sekarang ini tata bahasa baku hanya digunakan disaat atau diwaktu tertentu saja. Contohnya adalah, penggunaan bahasa baku hanya digunakan disaat kita berbicara kepada guru, dosen, namun penggunaan bahasa baku jarang bahkan tidak digunakan jika kita berbicara dengan teman sebaya, teman sepermainan, atau teman berkelompok.
EYD ( Ejaan Yang Disempurnakan )
Seperti judul nya, EYD adalah Ejaab Yang Disempurnakan. Mengapa disempurnakan? Jadi, maksud dari disempurnakan ialah menggunakan kata tambahan sebelum atau sesudah kata utama. Contoh nya seperti dibawah ini:
Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu.
Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan):
Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Contoh: bergeletar, dikelola.
Jika kata dasar berbentuk gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: bertepuk tangan, garis bawahi
Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan ditulis serangkai. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: menggarisbawahi, dilipatgandakan.
Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata ditulis serangkai. Contoh: adipati, mancanegara.
Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital, diselipkan tanda hubung. Contoh: non-Indonesia.
Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung, baik yang berarti tunggal (lumba-lumba, kupu-kupu), jamak (anak-anak, buku-buku), maupun yang berbentuk berubah beraturan (sayur-mayur, ramah-tamah).
Gabungan kata atau kata majemuk:
Gabungan kata, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah. Contoh: duta besar, orang tua, ibu kota, sepak bola.
Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian, dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. Contoh: alat pandang-dengar, anak-istri saya.
Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai.
Kata ganti (kau-, ku-, -ku, -mu, -nya) ditulis serangkai. Contoh: kumiliki, kauambil, bukumu, miliknya.
Kata depan atau preposisi (di, ke, dari) ditulis terpisah, kecuali yang sudah lazim seperti kepada, daripada, keluar, kemari, dll. Contoh: di dalam, ke tengah, dari Surabaya.
Artikel si dan sang ditulis terpisah. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil.
Partikel:
Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai. Contoh: bacalah, siapakah, apatah.
Partikel -pun ditulis terpisah, kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun, bagaimanapun, dll. Contoh: apa pun, satu kali pun.
Partikel per- yang berarti "mulai", "demi", dan "tiap" ditulis terpisah. Contoh: per 1 April, per helai.
Singkatan dan akronim:
Akronim dan singkatan hanya sebaiknya digunakan sebagai judul jika hal tersebut jauh lebih terkenal daripada kepanjangannya (misalnya AIDS vs. Acquired Immune Deficiency Syndrome, radar vs. Radio Detection and Ranging).
Seringkali suatu singkatan yang terkenal kepanjangannya menggunakan bahasa asing sehingga penutur bahasa Indonesia yang terbiasa menggunakan akronim/singkatan yang telah diserap dalam bahasa Indonesia tersebut lebih terbiasa dengan singkatannya. Hal ini juga patut dicermati. Contoh adalah ASEAN vs. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.
EYD sendiri sudah mengalami beberapa perubahan, diantaranya:
Perubahan yang terdapat pada Ejaan Baru atau Ejaan LBK (1967), antara lain:
"tj" menjadi "c" : tjutji → cuci
"dj" menjadi "j": djarak → jarak
"j" menjadi "y" : sajang → sayang
"nj" menjadi "ny" : njamuk → nyamuk
"sj" menjadi "sy" : sjarat → syarat
"ch" menjadi "kh": achir → akhir
Beberapa kebijakan baru yang ditetapkan di dalam EYD, antara lain:
Huruf f, v, dan z yang merupakan unsur serapan dari bahasa asing diresmikan pemakaiannya.
Huruf q dan x yang lazim digunakan dalam bidang ilmu pengetahuan tetap digunakan, misalnya pada kata furqan, dan xenon.
Awalan "di-" dan kata depan "di" dibedakan penulisannya. Kata depan "di" pada contoh di rumah, di sawah, penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara "di-" pada dibeli atau dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Kata ulang ditulis penuh dengan mengulang unsur-unsurnya. Angka dua tidak digunakan sebagai penanda perulangan
Secara umum, hal-hal yang diatur dalam EYD adalah:
Penulisan huruf, termasuk huruf kapital dan huruf miring.
Penulisan kata.
Penulisan tanda baca.
Penulisan singkatan dan akronim.
Penulisan angka dan lambang bilangan.
Penulisan unsur serapan.
Sebelumnya "oe" sudah menjadi "u" saat Ejaan Van Ophuijsen diganti dengan Ejaan Republik. Jadi sebelum EYD, "oe" sudah tidak digunakan.
 
PEMAKAIAN TANDA BACA SERTA MASING-MASING FUNGSINYA

1.Tanda Titik (.)
Penulisan tanda titik di pakai pada :
• Akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan
• Akhir singkatan nama orang.
• Akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
• Singkatan atau ungkapan yang sudah sangat umum.Bila singkatan itu terdiri atas tiga hurus atau lebih dipakai satu tanda titik saja.
• Dipakai untuk  memisahkan bilangan atau kelipatannya.
• Memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
• Dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
• Tidak dipakai pada akhir judulyang merupakan kepala karangan  atau ilustrasi dan tabel.

2.Tanda koma (,)
Kaidah penggunaan tanda koma (,) digunakan :
• Antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
• Memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata tetapi atau melainkan.
• Memisahkan anak kalimat atau induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
• Digunakan dibelakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat.  Termasuk kata : (1) Oleh karena itu, (2) Jadi, (3) lagi pula, (4) meskipun begitu, dan (5) akan tetapi.
• Digunakan untuk memisahkan kata seperti : o, ya, wah, aduh, dan kasihan.
• Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
• Dipakai diantara  : (1) nama dan alamat, (2) bagina-bagian alamat, (3)  tempat dan tanggal, (4) nama dan tempat yang ditulis secara berurutan.
• Dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
• Dipakai antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
• Menghindari terjadinya salah baca di belakang  keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
• Dipakai di antara bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
• Dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
• Tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau seru.

3.Tanda Titik Tanya ( ? )
Tanda tanya dipakai pada :
• Akhir kalimat tanya.
• Dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang diragukan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

4.Tanda Seru ( ! )
Tanda seru dugunakan sesudah ungkapan atau pertanyaan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kseungguhan, ketidakpercayaan, dan rasa emosi yang kuat.

5.Tanda Titik Koma  ( ; )
Tanda titik koma dipakai :
• Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
• Memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.

6.Tanda Titik Dua ( : )
Tanda titik dua dipakai :
• Sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemberian.
• Pada akhir suatu pertanyaan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
• Di dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan .
• Di antara jilid atau nomor dan halaman.
• Di antara bab dan ayat dalam kitab suci.
• Di antara judul dan anak judul suatu karangan.
• Tidak dipakai apabila rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.

7.Tanda Elipsis (…)
Tanda ini menggambarkan kalimat-kalimat yang terputus-putus dan menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dibuang. Jika yang dibuang itu di akhir kalimat, maka dipakai empat titik dengan titik terakhir diberi jarak atau loncatan.

8.Tanda Garis Miring ( / )
Tanda garis miring ( / ) di pakai :
• Dalam penomoran kode surat.
• Sebagai pengganti kata dan,atau, per, atau nomor alamat.
• Tanda  Penyingkat  atau Apostrof ( ‘)
• Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan sebagian huruf.

9.Tanda Petik Tunggal ( ‘…’ )
Tanda petik tunggal dipakai :
• Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
• Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing.

10.  Tanda Petik ( “…” )
Tanda petik dipakai :
• Mengapit kata atau bagian kalimat yang mempunyai arti khusus, kiasan atau yang belum dikenal.
• Mengapit judul karangan, sajak, dan bab buku, apabila dipakai dalam kalimat.
• Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.
 
Sumber :